CIKARANG BARAT – Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mendampingi Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, dalam pelaksanaan Apel dan Korve (kerja bakti massal) sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia terkait pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Kegiatan berlangsung di Jalan Inspeksi Kalimalang, Desa Sukadanau, Cikarang Barat, pada Senin (2/3).
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Bekasi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Menteri Lingkungan Hidup beserta jajaran atas kehadiran dan dukungannya dalam memperkuat gerakan peduli lingkungan di Kabupaten Bekasi.
Plt. Bupati menegaskan, Kabupaten Bekasi dengan jumlah penduduk sekitar 3,2 juta jiwa menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang signifikan. Dengan asumsi timbulan sampah 0,7 kilogram per orang per hari, total produksi sampah di Kabupaten Bekasi mencapai kurang lebih 2.250 ton per hari. Kondisi tersebut menuntut penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir secara terintegrasi.
“Angka timbulan sampah ini adalah tanggung jawab bersama. Kami terus berupaya memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari sumber hingga pengolahan akhir,” katanya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah berhasil mengurangi 7,44 persen sampah di hulu melalui berbagai program berbasis masyarakat. Saat ini, terdapat 482 unit bank sampah aktif, 29 unit TPS3R, 1 Pusat Daur Ulang (PDU), dan 1 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang menjadi bagian dari infrastruktur pengelolaan sampah daerah.
“Kami terus mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Keberadaan bank sampah dan TPS3R menjadi fondasi penting dalam mengurangi beban sampah sebelum masuk ke tempat pemrosesan akhir,” terangnya.
Selain itu, Pemkab Bekasi juga secara rutin melaksanakan program Jumat Bersih (Jumsih) di setiap UPTD sebagai upaya pembudayaan perilaku hidup bersih dan sehat yang berkelanjutan. Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 juga telah dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam pengurangan sampah serta pengendalian pencemaran lingkungan.
Lebih lanjut, Plt. Bupati menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI bukan hanya apel dan kerja bakti semata, melainkan wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun budaya lingkungan yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
“Kegiatan seperti Jumsih dan peringatan HPSN bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi sarana membangun kesadaran kolektif agar pengelolaan sampah menjadi gerakan bersama,” ucapnya.
Melalui Apel dan Korve massal ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari ikhtiar besar menjaga bumi. Semoga langkah kecil ini menjadi gerakan besar yang berdampak nyata bagi masa depan Kabupaten Bekasi.” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan sesuai dengan mandat Presiden Republik Indonesia bahwa pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI merupakan langkah strategis dalam memperkuat komitmen nasional terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI, pemerintah pusat mendorong keterlibatan aktif seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, institusi pendidikan, hingga masyarakat luas untuk melakukan aksi nyata yang berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan.
Pihaknya meminta para Kepala Daerah pun menyusun dan menetapkan kebijakan daerah yang mendukung pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI dengan mengacu pada empat pilar utama: Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
“Gerakan Indonesia ASRI adalah instrumen penggerak perubahan. Kita tidak hanya berbicara tentang komitmen, tetapi tentang implementasi konkret yang melibatkan seluruh komponen bangsa,” katanya.
Dirinya menerangkan bahwa Gerakan Indonesia ASRI diarahkan pada penguatan perilaku ramah lingkungan melalui berbagai kegiatan seperti pengurangan sampah, pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan pengelolaan sampah berbasis sumber, penghijauan, serta efisiensi penggunaan energi dan air, langkah-langkah ini dirancang untuk mendukung pengendalian perubahan iklim dan menekan laju kerusakan lingkungan yang semakin kompleks.
“Kita harus mengubah pola konsumsi dan produksi menjadi lebih bertanggung jawab. Pengurangan sampah, efisiensi energi, dan penghijauan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” terangnya.
Lebih lanjut, Menteri Lingkungan Hidup menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan Gerakan Indonesia ASRI. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan, serta komunitas masyarakat akan memperkuat gerakan ini sebagai budaya nasional dalam menjaga lingkungan hidup.
“Lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Dunia usaha, sekolah, kampus, komunitas, hingga keluarga memiliki peran yang sama pentingnya dalam membangun budaya peduli lingkungan.” ucapnya.
Reporter: RSM
Editor: IND