SUKATANI – Pemerintah Kabupaten Bekasi secara resmi memulai rangkaian Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan menjadikan Masjid Besar Nurul Huda, Sukatani, sebagai lokasi pembuka kegiatan. Rangkaian kegiatan Safari Ramadan ini diisi dengan tausiah, doa bersama, serta interaksi langsung antara pemerintah dan masyarakat.
Agenda yang telah menjadi tradisi setiap bulan suci Ramadan ini dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Sekretaris Daerah, para kepala perangkat daerah, Plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Camat Sukatani beserta Muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan para jamaah pada Rabu (25/2) sore.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Bekasi menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Ramadan merupakan bulan pendidikan jiwa yang melatih kesabaran, keikhlasan, serta kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa makna puasa tidak berhenti pada menahan lapar dan dahaga, tetapi juga pada pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab sosial.
“Ramadan adalah madrasah besar bagi kita semua. Ini momentum islahun nafs, perbaikan diri secara menyeluruh. Jika kita ingin Bekasi bangkit, maju, dan sejahtera, maka perubahan itu harus dimulai dari diri kita masing-masing,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas akhlak masyarakatnya.
“Keberhasilan pembangunan bukan semata soal fisik. Jika iman kita kuat, solidaritas kita tinggi, dan kepedulian sosial kita tumbuh, maka fondasi pembangunan akan semakin kokoh,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati secara khusus menyoroti pentingnya menjaga ketertiban umum, terutama di kawasan pasar. Ia meminta para pedagang dan pengelola pasar untuk tidak lagi menggunakan badan jalan maupun badan sungai sebagai area berjualan.
Ia juga mencontohkan penataan yang telah dilakukan di wilayah lain dan berharap konsistensi dapat dijaga secara berkelanjutan. Menurutnya, menjaga ketertiban merupakan bagian dari nilai keimanan, karena Islam mengajarkan umatnya untuk menyingkirkan hal-hal yang mengganggu di jalan.
“Alhamdulillah di Cikarang sudah kita terapkan. Mudah-mudahan bukan hanya sementara, tetapi menjadi budaya tertib yang permanen dan bahkan lebih baik lagi,” katanya.
Safari Ramadan tahun ini bertepatan dengan musim penghujan yang cukup ekstrem. Plt. Bupati mengingatkan bahwa beberapa wilayah di Kabupaten Bekasi, termasuk Sukatani, memiliki potensi kerawanan banjir.
Ia menegaskan bahwa bencana banjir seringkali tidak hanya dipicu oleh faktor alam, tetapi juga akibat kelalaian manusia dalam menjaga lingkungan.
“Banjir bukan semata karena hujan, tetapi karena kita lalai menjaga lingkungan. Sampah yang dibuang sembarangan hari ini bisa menjadi malapetaka esok hari,” tegasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air dan sungai, serta mengaktifkan kembali budaya gotong royong membersihkan lingkungan. Plt. Bupati juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem serta memastikan kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi potensi bencana.
“Gotong royong adalah warisan budaya kita. Mari hidupkan kembali. Membersihkan saluran air, menjaga kebersihan lingkungan, itu bukan sekadar aktivitas sosial, tetapi bagian dari ibadah di bulan Ramadan,” ujarnya.
Plt. Bupati turut memberikan pesan kesehatan kepada jamaah. Ia menekankan pentingnya menjaga pola makan seimbang saat sahur dan berbuka, serta memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi, karena kondisi fisik yang sehat menjadi modal penting untuk menjalankan ibadah Ramadan secara maksimal sekaligus tetap produktif dalam bekerja.
“Jangan sampai semangat ibadah menurun karena kurang menjaga kesehatan. Tubuh yang sehat akan menunjang kualitas ibadah dan produktivitas kita,” katanya.
Dalam forum tersebut, Plt. Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara ulama dan umara dalam menjaga kondusivitas wilayah dan mempercepat pembangunan berkeadilan.
Ia berharap kegiatan ini mampu mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
“Dengan dimulainya Safari Ramadan 1447 Hijriah di Sukatani, Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen menjadikan bulan suci ini sebagai penguat nilai spiritual, disiplin sosial, dan kepedulian kolektif demi terwujudnya Kabupaten Bekasi yang bangkit, maju, dan sejahtera.” pungkasnya.
Reporter: RSM
Editor: IND