CIKARANG PUSAT – Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi terus mendorong penguatan kualitas keluarga melalui peningkatan kapasitas pendidikan sekaligus pengelolaan ekonomi rumah tangga. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Lomba Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi) Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026, yang digelar di Aula Wibawa Mukti, Cikarang Pusat, Kamis (3/9).
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi Tim Penggerak PKK tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan untuk menampilkan berbagai inovasi dan praktik baik dalam membangun keluarga yang berpendidikan, produktif, serta memiliki ketahanan ekonomi.
Plt. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bekasi, Nia Yuniawati Asep Surya Atmaja, mengatakan GELARI PELANGI merupakan salah satu strategi Pokja II TP PKK dalam menjawab tantangan pembangunan sumber daya manusia sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
“Keluarga adalah pilar utama bangsa. Ketika keluarga memiliki pendidikan yang baik dan mampu mengelola ekonominya secara bijak, maka akan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, sekaligus keluarga yang lebih mandiri dan sejahtera,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan keluarga tidak dapat hanya dilihat dari aspek pendidikan, tetapi juga harus berjalan beriringan dengan kemampuan keluarga dalam mengelola dan mengembangkan potensi ekonominya.
Melalui Gelari Pelangi, TP PKK Kabupaten Bekasi terus mendorong berbagai program yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, di antaranya pengembangan Rumah Pendidikan dan Keterampilan (Rumah Dilan), penguatan budaya membaca melalui rumah baca maupun taman bacaan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UPPK-PKK) dan koperasi PKK.
“Pendidikan dan ekonomi keluarga merupakan dua hal yang saling berkaitan. Pendidikan membangun kualitas manusianya, sementara pengelolaan ekonomi yang baik memberikan fondasi agar keluarga dapat bertahan, berkembang, dan meningkatkan kesejahteraannya,” katanya.
Ia menegaskan, pelaksanaan lomba Gelari Pelangi tidak semata-mata diarahkan untuk mencari wilayah terbaik atau meraih juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi, konsolidasi, sekaligus apresiasi terhadap berbagai upaya kader PKK dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga.
“Kita ingin melihat sejauh mana program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, lomba ini harus menjadi momentum untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan, memperkuat yang sudah baik, dan menghadirkan inovasi baru yang lebih bermanfaat,” jelasnya.
Nia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran TP PKK Kabupaten Bekasi serta para Ketua TP PKK Kecamatan hingga desa/kelurahan yang selama ini konsisten menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan gerakan PKK tidak terlepas dari peran kader yang berada langsung di tengah masyarakat. Mereka menjadi penggerak yang memahami kebutuhan keluarga sekaligus menghubungkan berbagai program pemberdayaan dengan kondisi nyata di lapangan.
“Dedikasi para kader PKK merupakan bagian penting dari perubahan positif di tengah masyarakat. Apa yang dilakukan mungkin dimulai dari lingkungan dan keluarga masing-masing, tetapi ketika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, dampaknya dapat menjadi kekuatan besar bagi pembangunan Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.
Kepada seluruh peserta lomba, ia mengajak agar Gelari Pelangi tidak dipandang sebatas kompetisi, melainkan sebagai ruang untuk saling belajar dan bertukar pengalaman antar kecamatan.
Ia berharap setiap peserta dapat menampilkan potensi, inovasi, serta keunggulan masing-masing wilayah dengan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
“Jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk saling belajar dan berbagi pengalaman. Prestasi tentu penting, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana praktik-praktik baik yang muncul dari lomba ini dapat diterapkan dan dikembangkan di wilayah lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, kepada jajaran dewan juri, Nia meminta proses penilaian dilakukan secara objektif, adil, dan profesional sehingga peserta yang terpilih benar-benar merupakan representasi dari pelaksanaan program Gelari Pelangi yang memberikan dampak bagi masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, TP PKK Kabupaten Bekasi berharap gerakan pemberdayaan keluarga dapat terus berkembang, tidak hanya dalam bentuk kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan yang mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan produktivitas keluarga, serta membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Kita ingin keluarga di Kabupaten Bekasi bukan hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama yang mampu menciptakan perubahan dan meningkatkan kesejahteraannya sendiri,” pungkasnya.
Reporter: RSM
Editor: IND