TAMBUN UTARA - Perayaan Festival Multikultural “Lebaran Bekasi” kembali digelar untuk ke-9 kalinya dengan penuh semarak dan antusiasme masyarakat. Tradisi tahunan yang dihadiri Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, ini berlangsung di Saung Bang Yusuf, Tambun Utara, pada Sabtu (4/4), dan dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah, tokoh masyarakat, budayawan, serta masyarakat dari berbagai wilayah.
Kemeriahan acara diawali dengan penyambutan tamu kehormatan melalui kesenian palang pintu dan pertunjukan pencak silat yang sarat makna budaya lokal. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan parade budaya dari 23 kecamatan se-Kabupaten Bekasi yang menampilkan ragam tradisi khas daerah, sekaligus membagikan kudapan dalam tradisi “nyorog” sebagai simbol berbagi dan mempererat tali silaturahmi.
Plt. Bupati Bekasi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Lebaran Bekasi bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan cerminan identitas masyarakat Bekasi yang multikultural dan dinamis. Di tengah pesatnya pertumbuhan sebagai kawasan industri dan ekonomi, Kabupaten Bekasi tetap memiliki kekayaan budaya yang tumbuh dari keberagaman masyarakatnya.
“Perpaduan antara masyarakat asli dan pendatang dari berbagai daerah telah membentuk karakter budaya Bekasi yang khas. Ini adalah kekuatan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Lebaran Bekasi menjadi ruang ekspresi budaya sekaligus perekat sosial yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, dan saling memaafkan. Nilai-nilai tersebut dinilai penting dalam menjaga harmoni di tengah dinamika pembangunan daerah.
Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pemajuan kebudayaan, di mana kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, seniman, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan tradisi. Apresiasi pun disampaikan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan perhelatan ini.
Selain menampilkan kekayaan budaya, Lebaran Bekasi juga diramaikan oleh kehadiran pelaku UMKM yang menghadirkan berbagai produk lokal unggulan. Hal ini menunjukkan bahwa budaya tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.
“Budaya dan ekonomi bisa berjalan beriringan. Kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus penguatan bagi produk-produk lokal Kabupaten Bekasi,” tambahnya.
Ia berharap ke depan Lebaran Bekasi dapat terus berkembang menjadi agenda budaya unggulan yang dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga internasional.
“Lebaran Bekasi harus menjadi momentum kebersamaan yang terus kita jaga, sekaligus pengingat bahwa di tengah kemajuan, kita tidak boleh melupakan akar budaya sebagai jati diri,” tutupnya.
Perayaan Lebaran Bekasi ke-9 ini kembali menegaskan bahwa keberagaman adalah kekuatan, dan budaya adalah ruang yang menyatukan seluruh elemen masyarakat dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Reporter: RSM
Editor: IND