Web Resmi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Bekasi

18 Juli 2026 - 15:50:31 | 63

Pemkab Bekasi Apresiasi Kolaborasi PMI Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan

admin

CIBARUSAH – Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, menghadiri kegiatan Distribusi Air Bersih yang diinisiasi Palang Merah Indonesia (PMI) di Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah, Sabtu (18/7). Kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Bekasi, PMI Pusat, PMI Kabupaten Bekasi, BPBD, Perumda Tirta Bhagasasi, serta unsur kewilayahan dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.


Endin Samsudin menyampaikan, sejak akhir Juni 2026 Pemerintah Kabupaten Bekasi telah memetakan sejumlah wilayah yang mengalami dampak kekeringan. Dari 23 kecamatan yang ada, terdapat empat kecamatan yang menjadi perhatian utama, yakni Kecamatan Cibarusah, Bojongmangu, Serang Baru, dan Pebayuran.


Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi melalui berbagai langkah penanganan darurat. Salah satunya dengan menggandeng PMI Pusat dan PMI Kabupaten Bekasi dalam pendistribusian air bersih secara rutin ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.


"Sejak akhir Juni kami sudah melakukan pemetaan. Dari 23 kecamatan, terdapat empat kecamatan yang terdampak kekeringan, terutama di wilayah selatan seperti Cibarusah, Bojongmangu, dan Serangbaru, serta di wilayah utara yaitu Kecamatan Pebayuran," ujarnya.


Pada kesempatan tersebut, Endin juga menyampaikan apresiasi kepada PMI Pusat yang memberikan dukungan berupa empat unit tangki air untuk ditempatkan di sejumlah titik strategis. Sementara pasokan air bersih disuplai melalui kerja sama dengan Perumda Tirta Bhagasasi dan disalurkan kepada masyarakat melalui PMI Kabupaten Bekasi.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada PMI Pusat yang hari ini turut memberikan bantuan empat tangki air. Untuk pasokan airnya kami bekerja sama dengan Perumda Tirta Bhagasasi melalui PMI Kabupaten Bekasi, sehingga penyaluran air bersih dapat terus dilakukan kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.


Menurut Endin, kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah, PMI, dan berbagai pihak dalam menghadapi dampak kekeringan. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga akan melibatkan perusahaan-perusahaan di kawasan industri melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk memperkuat penanganan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.


Selain penanganan jangka pendek melalui distribusi air bersih, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga terus mendorong solusi jangka panjang dengan memaksimalkan jaringan pelayanan Perumda Tirta Bhagasasi. Saat ini, sebagian wilayah Desa Ridogalih telah terlayani jaringan air bersih, sementara pemerintah bersama Perumda Tirta Bhagasasi terus berupaya memperluas cakupan layanan hingga seluruh dusun dapat menikmati akses air bersih secara optimal.


"Untuk jangka panjang, kami akan terus memaksimalkan pelayanan Perumda Tirta Bhagasasi. Di Desa Ridogalih saat ini sudah ada wilayah yang teraliri air bersih, dan kami akan terus berupaya agar seluruh masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang sama sehingga ke depan persoalan kekeringan ini dapat diminimalkan," jelasnya.


Ia menambahkan bahwa bantuan air bersih yang disalurkan sangat dibutuhkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.


"Kami berharap apa yang dilakukan hari ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun yang lebih penting, ke depan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara permanen melalui optimalisasi jaringan pelayanan air bersih," tutupnya.


Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Bekasi, Kosasih, mengungkapkan bahwa hingga saat ini PMI Kabupaten Bekasi telah mendistribusikan sekitar 280 ribu liter air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah. Penyaluran tersebut dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi dengan Perumda Tirta Bhagasasi dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, dengan memprioritaskan daerah-daerah yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.


Menurutnya, sinergi antar instansi menjadi faktor penting agar distribusi air bersih dapat menjangkau masyarakat secara cepat dan tepat sasaran, sehingga kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah menurunnya ketersediaan sumber air.


“Sampai hari ini PMI Kabupaten Bekasi telah menyalurkan sekitar 280 ribu liter air bersih. Penyaluran ini kami lakukan bersama PDAM dan BPBD dengan fokus pada wilayah-wilayah yang rawan kekeringan agar masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap air bersih,” ujar Kosasih.


Lebih lanjut, Kosasih menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait atas dukungan penyediaan sarana distribusi air, termasuk toren berkapasitas hingga 5.000 liter. Keberadaan toren tersebut memberikan dampak signifikan terhadap efektivitas penyaluran bantuan, karena mampu menampung air lebih banyak, mengurangi potensi pemborosan, serta mempercepat proses distribusi kepada masyarakat.


“Fasilitas ini sangat membantu efisiensi distribusi, meminimalkan air yang terbuang, sekaligus mempercepat proses penyaluran sehingga bantuan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran BPBD Kabupaten Bekasi, PMI Kabupaten Bekasi, PMI Pusat, Camat Cibarusah, unsur Muspika, pemerintah desa, relawan PMI, serta berbagai pihak yang berkolaborasi dalam penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat.


Reporter: RSM

Editor: IND

Berita Populer
Agenda
Layanan Online