BOJONGMANGU - Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, melakukan monitoring penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak kekeringan, bertempat di Kampung Bojongmangu RT 008/004, Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu, Senin (31/8). Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan sebanyak tiga tangki air bersih dengan total 30 ribu liter serta 50 jeriken air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Endin mengatakan bahwa penyaluran air bersih merupakan bentuk kehadiran Pemerintah Kabupaten Bekasi di tengah masyarakat yang menghadapi dampak musim kemarau. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang mengalami keterbatasan ketersediaan air bersih.
Penyaluran bantuan air bersih ini telah dilakukan sejak 9 Juni 2026 dan terus dilanjutkan seiring meluasnya wilayah yang terdampak kekeringan. Dari sebelumnya terdapat 9 kecamatan yang terdampak, saat ini tercatat sebanyak 12 kecamatan mengalami dampak kekeringan.
“Pada kesempatan hari ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan PMI menyalurkan tiga tangki air bersih, totalnya 30 ribu liter, ditambah 50 jeriken yang akan dibagikan kepada warga. Alhamdulillah, walaupun musim kering ini sudah berjalan sekitar dua bulan, Pemerintah Kabupaten Bekasi tetap hadir di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.
Endin menegaskan bahwa penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, seperti Perumda Tirta Bhagasasi, PMI, perusahaan, serta berbagai stakeholder di wilayah terdampak, sehingga pemenuhan kebutuhan air bersih tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah saja.
Ia berharap sinergi tersebut dapat terus diperkuat sehingga kebutuhan masyarakat selama musim kemarau dapat terpenuhi. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan menghemat persediaan air yang diterima, mengingat kondisi kemarau masih berlangsung.
“Kita optimis kekeringan ini bisa kita atasi dengan cara berkolaborasi. Jadi ini tidak hanya Pemerintah Kabupaten Bekasi, tetapi kita juga bekerja sama dengan PDAM, PMI, dan perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi,” katanya
Selain pemenuhan kebutuhan air bersih, ia mengingatkan masyarakat dan aparatur kewilayahan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Ia meminta camat, pemerintah desa, dan seluruh aparat terkait untuk aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Endin juga mendorong aparatur kewilayahan untuk tidak bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul selama musim kemarau. Koordinasi dengan stakeholder di wilayah perlu terus dilakukan agar setiap kebutuhan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti secara bersama-sama.
“Saya sudah berpesan kepada Pak Camat dan aparatnya, kemudian pemerintah desa beserta aparatnya, untuk sama-sama waspada di musim kemarau ini. Mari kita hindari hal-hal yang dapat memicu kebakaran dan menjaga lingkungan kita bersama,” pungkasnya.
Reporter: ind
Editor: fiu