Web Resmi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Bekasi
12 Agustus 2021 - 19:16:26 | 1039
Pj. Bupati Bekasi Hadiri Panen Perdana Bawang Merah di Desa Sukahurip
admin
SUKATANI - Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi melakukan kunjungan kerja sekaligus panen bawang merah bersama kelompok Tani Sumber Hurip, yang berlokasi di Desa Sukahurip, Kecamatan Sukatani, pada Kamis (12/8).
Dalam wawancara terpisah, Pj. Bupati Bekasi menyampaikan bahwa ini adalah kali pertama para petani di Desa Sukahurip menanam bawang merah dengan menggunakan bibit benih yang diambil langsung dari Brebes.
“Hari ini saya ikut melakukan panen bawang merah bersama para petani. Sebelumnya, para petani disini hanya menanam cabe, ketimun, kemangi. Ini baru pertama kalinya panen bawang merah dengan benih dari Brebes, dan hasilnya lebih bagus dan besar-besar,” ujarnya.
Pj. Bupati Bekasi menyampaikan, Dinas Pertanian akan berinisiasi dengan para penyuluh pertanian untuk menyebarluaskan tanaman bawang merah ke beberapa Desa yang ada di Kabupaten Bekasi. Dirinya menegaskan Pemerintah Kabupaten Bekasi akan senantiasa mendukung program tersebut untuk dapat memulihkan perekonomian petani di Desa Sukahurip.
“Nantinya Dinas Pertanian akan berinisiasi dengan para penyuluh ini untuk disebarluaskan, dan kalau memang lebih menguntungkan untuk para petani akan kita dukung sepenuhnya supaya pemulihan ekonomi dan kesejahteraan para petani ini pasca pandemi menjadi lebih baik,” jelasnya.
Tidak hanya itu, terkait pemasarannya Pj. Bupati Bekasi menjelaskan jika kuantitas dan kualitas bawang merah ini belum sesuai untuk menjadi komiditi ekspor. Maka tanaman bawang merah ini baru dapat mencukupi di pasar domestik saja.
“Kalau untuk diekspor kuantitasnya harus banyak, seperti di daerah Brebes sudah puluhan hektar baru bisa. Paling tidak ini bisa masuk ke dalam pasar domestik, karena masih bisa diserap dengan harga yang masih normal.” tambahnya.
Diketahui, hasil panen bawang merah perdana ini mencapai 11,13 ton per hektar. Hasil panen ini dilakukan di tanah seluas 2 hektar yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi dan swadaya dari masyarakat sekitar.