CIKARANG UTARA – Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan penanganan dan kebutuhan perawatan medis korban ledakan yang diduga dipicu kebocoran gas di Kampung Pulo Kapuk, RT 01/RW 05, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat mengunjungi keluarga korban di Desa Mekarmukti, Senin (31/8). Dalam kunjungan tersebut, Plt. Bupati Bekasi didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bekasi.
Dihadapan keluarga korban, Plt. Bupati Bekasi menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang menimpa satu keluarga tersebut. Ia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua korban dalam peristiwa ledakan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bekasi, saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Kita semua tentu tidak menginginkan kejadian seperti ini terjadi, apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. Mudah-mudahan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Asep.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi pada Sabtu (29/8) dan mengakibatkan enam orang dalam satu keluarga mengalami luka bakar. Ledakan diduga terjadi akibat kebocoran tabung gas saat aktivitas memasak di rumah korban.
Dari enam korban tersebut, dua orang, yakni Deni Setiawan (36) dan anaknya, Raihan Alfarizky (7), meninggal dunia setelah sebelumnya mendapatkan perawatan medis di RSUD Kabupaten Bekasi. Sementara empat korban lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Sentra Medika dan RS Hasan Sadikin Bandung.
Dirinya menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bekasi tidak akan membiarkan keluarga korban menghadapi kondisi tersebut sendirian. Pemerintah daerah akan memastikan seluruh kebutuhan perawatan korban yang masih menjalani pengobatan dapat tertangani.
“Untuk korban yang masih dalam perawatan, pemerintah daerah akan membantu dan memastikan seluruh biaya perawatannya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi. Kita tidak ingin keluarga korban semakin terbebani oleh persoalan biaya di tengah musibah yang mereka hadapi,” tegasnya.
Selain memastikan pembiayaan perawatan, Pemkab Bekasi bersama Baznas Kabupaten Bekasi juga memberikan bantuan kepada keluarga korban berupa uang tunai dan kebutuhan bahan pokok (sembako).
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada keluarga yang tengah menghadapi musibah sekaligus memastikan kebutuhan dasar keluarga tetap terpenuhi selama proses penanganan korban berlangsung.
“Hari ini kita juga memberikan bantuan berupa uang tunai dan sembako. Mungkin tidak bisa menggantikan apa yang sudah terjadi, tetapi ini adalah bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” katanya.
Lebih lanjut, Plt. Bupati menilai kejadian tersebut menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat mengenai kewaspadaan terhadap penggunaan gas dan peralatan rumah tangga, khususnya untuk mencegah terjadinya kebocoran yang dapat memicu kebakaran maupun ledakan.
Oleh karena itu, Pemkab Bekasi akan mendorong penguatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat hingga tingkat lingkungan terkecil, dengan melibatkan perangkat kewilayahan seperti RT dan RW.
“Ke depan, kita harus lebih masif melakukan sosialisasi bersama RT dan RW kepada masyarakat mengenai bagaimana menggunakan dan menangani gas dengan aman. Masyarakat juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan ketika mencium bau gas, bagaimana penanganannya ketika terjadi kebocoran, dan bagaimana langkah yang tepat apabila terjadi ledakan maupun kondisi pasca kejadian,” jelas Asep.
Ia menambahkan, upaya pencegahan tidak cukup hanya dilakukan setelah terjadi musibah. Edukasi mengenai keselamatan penggunaan gas perlu menjadi bagian dari kewaspadaan masyarakat sehari-hari agar potensi kejadian serupa dapat diminimalisasi.
Ia juga memastikan penanganan terhadap korban akan terus dipantau, termasuk koordinasi dengan fasilitas kesehatan tempat para korban menjalani perawatan dengan harapan para korban yang masih menjalani perawatan bisa segera sembuh.
“Yang paling penting adalah pencegahan. Jangan sampai kita baru bergerak setelah terjadi korban. Karena itu, edukasi kepada masyarakat harus diperkuat, termasuk bagaimana mengenali potensi kebocoran gas dan tindakan yang harus dilakukan dengan benar,” ujarnya.
Terakhir, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam penggunaan tabung dan instalasi gas di rumah, serta segera mengambil langkah aman apabila mencium bau gas, antara lain tidak menyalakan api maupun perangkat listrik yang berpotensi memicu percikan dan segera memastikan kondisi lingkungan aman.
Reporter: RSM
Editor: IND