Web Resmi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Bekasi
20 Desember 2021 - 18:24:41 | 341
Plt. Bupati Dampingi Wagub Jabar Studi Banding Program Penurunan Stunting
admin
BALI - Plt. Bupati Bekasi, Akhmad Marjuki, bersama Wakil Kepala Daerah di Provinsi Jawa Barat mendampingi Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, melakukan studi banding ke Pemerintah Provinsi Bali terkait program percepatan penurunan angka kasus gizi buruk atau stunting. Kegiatan tersebut bertempat di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Senin (20/12).
Plt. Bupati menyampaikan, kegiatan studi banding ini dilakukan karena angka prevalensi stunting di Provinsi Bali termasuk masih rendah secara nasional, yakni sekitar 6% pada tahun 2020.
"Hari ini kita melakukan studi banding dengan Pemprov Bali, karena Bali ini termasuk daerah yang berhasil menekan angka stuntingnya," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa, Kabupaten Bekasi merupakan salah satu Kabupaten/Kota yang masuk dalam program percepatan penurunan stunting secara terpadu. Hal tersebut dikarenakan Kabupaten Bekasi masih mengalami kendala dalam menekan angka prevalensi stunting.
"Memang di Kabupaten Bekasi kami masih mengalami kendala. Kita salah satu Kabupaten yang masuk dalam program percepatan penurunan stunting secara terpadu," jelasnya.
Setelah dilakukan pembahasan mengenai program penurunan angka prevalesni stunting di Provinsi Bali, dirinya menyampaikan akan melakukan inovasi terkait program-program tersebut, sehingga dapat segera direalisasikan di Kabupaten Bekasi.
"Untuk mempercepat penurunan stunting, perlu dilakukan inovasi terkait program tersebut, sehingga bisa segera kita realisasikan," tambahnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini dilaksanakan karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat memiliki target untuk menurunkan angka prevalensi stunting hingga 14% pada tahun 2024 nanti, mengikuti arahan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Sedangkan di Kabupaten Bekasi sendiri, angka stunting pada tahun 2019 mencapai sekitar 20%, sehingga masuk dalam peringkat ke-5 untuk kasus stunting terendah di Provinsi Jawa Barat.
Reporter: ind
Editor : shn