Web Resmi Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Bekasi

08 Januari 2026 - 15:28:42 | 27

Sekda Endin Dampingi Gubernur Tangani Sampah di Crossing Toll KM 19

admin

KABUPATEN BEKASI – Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Endin Samsudin, mendampingi Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, meninjau langsung tumpukan sampah yang berada di Crossing Toll KM 19, pada Kamis (8/1). 


Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan dan komitmen bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam merespons persoalan persampahan yang kian kompleks dan berdampak langsung terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, serta estetika kawasan.


Dalam kesempatan tersebut, rombongan melihat secara langsung kondisi tumpukan sampah yang berada di sekitar kawasan pinggir tol, yang dinilai telah melampaui kapasitas dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jika tidak segera ditangani secara menyeluruh. Pemerintah Kabupaten Bekasi menilai kehadiran Gubernur Jawa Barat menjadi sinyal kuat bahwa persoalan persampahan menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan provinsi.


“Peninjauan langsung ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk bersama-sama mencari solusi terbaik. Persoalan sampah tidak bisa ditangani secara parsial, tetapi harus melibatkan semua pihak,” ujar Endin Samsudin.


Lebih lanjut, Sekda menegaskan bahwa persoalan persampahan merupakan isu strategis yang tidak hanya dihadapi oleh Kabupaten Bekasi, tetapi juga Kota Bekasi, mengingat keterkaitan wilayah hulu dan hilir.


“Kabupaten Bekasi berada di wilayah hilir, sehingga dampak persampahan sangat terasa. Oleh karena itu, persoalan ini harus dilihat sebagai masalah bersama antara Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, dan Provinsi Jawa Barat,” tegasnya.


Dalam rangka memperkuat penanganan, Pemerintah Kabupaten Bekasi telah melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya melalui koordinasi lintas sektor dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait pengendalian sampah di aliran sungai.


“Kami telah melakukan koordinasi dengan BBWS. Ini merupakan bentuk kolaborasi untuk memastikan penanganan sampah dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya bersifat sementara,” jelas Endin.


Terkait penanganan jangka panjang, Endin menyampaikan bahwa Kabupaten Bekasi saat ini telah masuk dalam program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program tersebut diharapkan menjadi solusi strategis untuk mengurangi volume sampah sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi.


“Kabupaten Bekasi sudah masuk dalam program PSEL. Harapannya, persoalan sampah bisa ditangani dari hulu hingga hilir, sehingga tidak lagi menjadi masalah kronis di Kabupaten Bekasi,” ungkapnya.


Selain itu, Sekda juga menegaskan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi dalam penanganan persampahan terus berjalan dengan baik. Sinergi antar daerah dinilai menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah yang bersifat lintas wilayah.


“Kerja sama dengan Kota Bekasi terus kami jaga dan perkuat. Persampahan ini tidak mengenal batas administrasi, sehingga penanganannya juga harus lintas daerah,” ujarnya.


Usai peninjauan, tercatat terdapat sekitar 157 ton sampah yang berada di pinggir tol. Sekda menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui perangkat daerah terkait telah menyiapkan armada pengangkut untuk segera melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah tersebut ke TPA Sumur Batu Kota Bekasi, sesuai dengan arahan langsung dari Gubernur Jawa Barat.


“Kami sudah menyiapkan 10 armada untuk mengangkut sekitar 157 ton sampah yang berada di pinggir tol, yang juga akan dibantu armada dari provinsi sebanyak 4 armada. Pengangkutan ini akan dilakukan sesuai arahan Gubernur agar segera ditangani dan tidak menimbulkan dampak lanjutan,” tegas Endin.


Mengakhiri keterangannya, Sekda Kabupaten Bekasi menekankan pentingnya sinergitas, kolaborasi, dan komitmen berkelanjutan antara pemerintah daerah, provinsi, dunia usaha, dan masyarakat dalam menangani persoalan persampahan, agar ke depan Kabupaten Bekasi dapat terbebas dari tumpukan sampah.


“Sinergitas dan kerja sama harus terus diperkuat. Harapannya, tidak ada lagi tumpukan sampah di Kabupaten Bekasi dan persoalan ini bisa kita selesaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkasnya.


Reporter: RSM

Editor: IND

Berita Populer
Agenda
Layanan Online