MUARAGEMBONG – Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan peningkatan signifikan debit Sungai Citarum hingga melampaui kapasitas tanggul. Kondisi tersebut memicu jebolnya tanggul di sejumlah titik kritis dan menyebabkan luapan air deras ke kawasan permukiman warga. Ratusan rumah terendam dengan ketinggian genangan yang bervariasi, berdampak langsung pada aktivitas dan keselamatan masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tingginya debit air Sungai Citarum merupakan akumulasi dari hujan deras yang berlangsung berhari-hari. Situasi ini diperparah oleh kondisi tanggul yang sudah mengalami penurunan kualitas struktur serta tanah yang gembur, sehingga tidak mampu menahan tekanan air dalam jumlah besar.
Menindaklanjuti kondisi darurat tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, didampingi jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi dan Dinas Sosial Kabupaten Bekasi, bergerak cepat meninjau langsung lokasi terdampak banjir di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muaragembong, pada Rabu (21/1).
Setibanya di lokasi, Plt. Bupati Bekasi menyempatkan diri berdialog dengan warga, menyerap langsung keluhan serta memastikan kondisi masyarakat terdampak. Berdasarkan laporan sementara, tercatat 143 Kepala Keluarga (KK) atau 565 jiwa terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum di wilayah tersebut.
Dalam keterangannya, Plt. Bupati Bekasi menyampaikan bahwa penanganan darurat terus dilakukan secara intensif dengan melibatkan lintas sektor. Ia mengungkapkan bahwa terdapat 4 titik tanggul kritis di aliran Sungai Citarum wilayah Muaragembong, khususnya di Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti, serta beberapa titik lainnya yang saat ini dalam kondisi rawan.
“Akibat curah hujan yang tinggi, tekanan debit Sungai Citarum meningkat dan menyebabkan tanggul jebol di beberapa titik. Saat ini, kami bersama BPBD dan unsur terkait terus melakukan penanganan darurat agar luapan air tidak semakin meluas dan keselamatan warga tetap terjaga,” tegas Asep Surya Atmaja.
Sebagai langkah darurat, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui BPBD dan didukung berbagai pihak menyalurkan bantuan logistik berupa bambu, bronjong, karung, dan terpal untuk memperkuat tanggul sementara. Upaya ini dilakukan guna meminimalisir risiko jebol susulan dan mengurangi dampak lanjutan bagi permukiman warga. Tercatat, sebanyak 500 karung pasir dari BPBD Kabupaten Bekasi serta 3.000 karung dari Baznas telah disalurkan dan dimanfaatkan dalam proses penguatan tanggul darurat.
“Penanganan sementara ini menjadi prioritas utama. Kami pastikan kebutuhan logistik untuk penguatan tanggul terpenuhi agar potensi banjir susulan dapat ditekan semaksimal mungkin, sambil terus memantau kondisi cuaca dan debit air,” ujar Plt. Bupati.
Lebih lanjut, Plt. Bupati Bekasi menegaskan pentingnya langkah jangka panjang yang bersifat preventif dan berkelanjutan. Ia mendorong Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) sebagai instansi teknis yang memiliki kewenangan pengelolaan Sungai Citarum, untuk segera melakukan penanganan permanen melalui pembangunan tanggul kokoh berbahan beton di titik-titik rawan, baik di wilayah Desa Pantai Bakti maupun Desa Pantai Bahagia.
“Untuk solusi jangka panjang, diperlukan pembangunan tanggul permanen yang kuat dan terintegrasi. Kami berharap BBWS dapat segera mengambil langkah teknis agar kejadian serupa tidak terus berulang dan masyarakat merasa lebih aman,” tambahnya.
Selain di wilayah Muaragembong, BPBD Kabupaten Bekasi juga mencatat adanya sejumlah titik tanggul kritis lainnya di Kecamatan Pebayuran dan Kecamatan Cabangbungin. Titik-titik tersebut saat ini menjadi prioritas pemantauan dan penanganan, mengingat potensi hujan susulan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami terus melakukan pemantauan di seluruh wilayah rawan, khususnya di Pebayuran dan Cabangbungin. Langkah antisipatif kami lakukan agar penanganan bisa lebih cepat jika terjadi peningkatan debit air secara mendadak,” jelas Asep Surya Atmaja.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Bekasi, Plt. Bupati menyebutkan bahwa dari 17 titik banjir di sejumlah kecamatan, saat ini 12 titik telah berangsur surut, meskipun intensitas curah hujan masih relatif tinggi. Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan bahwa upaya penanganan, pendampingan, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, sebagian besar titik banjir sudah mulai surut. Namun kami tetap siaga. Pemerintah daerah hadir dan akan terus memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan, perlindungan, dan perhatian hingga kondisi benar-benar pulih,” pungkasnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana dan mempercepat proses pemulihan.
Reporter: RSM
Editor: IND